Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bakal mengaudit Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia, karena ada campur tangan asing melalui LSM di Indonesia.
Adapun isu dugaan intervensi AS dalam rangka pelaksanaan Pemilu di Indonesia itu muncul berdasarkan hasil liputan investigatif yang telah dilakukan oleh seorang wartawan bernama Kit Klarenberg dari Mintpress News (media AS).
Dalam laporan liputan investigasinya, Klarenberg mengaku mendapat bocoran dokumen. Bocoran itu, ditulis Kit Klarenberg, mengungkapkan peran badan intelijen Amerika CIA sedang menyiapkan operasi “Color Revolution”(revolusi warna) di Indonesia.
Dugaan intervensi AS itu dilakukan dengan cara bekerja sama dengan LSM asing khususnya, LSM Amerika National Endowment for Democracy (NED), dan International Republican Institute (IRI).
LSM asing tersebut telah berkolaborasi dengan LSM lokal, termasuk Perludem, dan membimbing pemimpin muda dan tokoh partai untuk memastikan kepentingan AS dalam Pemilu 2024.
Menko Marves: Audit LSM di Indonesia
Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bakal mengaudit Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia.
Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan untuk mengetahui aliran dana yang didapatkan oleh LSM yang ada campur tangan asing melalui LSM di Indonesia.
“Itu sebabnya saya mau audit semua LSM-LSM yang mendapat dana dari mana,” kata Luhut di kantor Marves, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).
Lebih lanjut, Luhut mengaku audit terhadap LSM penting untuk mengetahui penggunaan dana yang didapat dari berbagai lembaga donor.
“Ya, saya akan minta LSM-LSM itu di audit ke depan, Apalagi dengan banyak LSM-LSM yang menggunakan dana untuk yang tidak jelas,” turut Luhut.




