Search
Close this search box.
October 06, 2026

Tes Mutasi Genetik BRCA Dapat Melawan Kanker Payudara Lebih Efektif

Tes Mutasi Genetik BRCA Dapat Melawan Kanker Payudara Lebih Efektif
Foto: Freepik/ wayhomestudio

Jakarta, 31 Januari – Kanker payudara terus menjadi keprihatinan utama di Indonesia, menyumbang sebanyak 19,2% dari semua kasus kanker. Lebih mengejutkan lagi, meskipun banyak kemajuan dalam ilmu kedokteran, lebih dari 68% kasus kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut.

Deteksi dini sangat penting dalam mengatasi kanker payudara. Perempuan yang lahir setelah tahun 1960 memiliki peluang 1 dari 7 untuk terdiagnosa kanker. Namun, jika seorang perempuan memiliki gen BRCA1 atau BRCA2, risikonya akan melonjak – mencapai hingga 50% pada usia 70 tahun serta peningkatan risiko hingga 85% dari waktu ke waktu (iD.BRCA, n.d.).

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebagian besar perempuan takut mengetahui bahwa mereka mungkin memiliki kanker dan tidak melakukan skrining secara rutin.

“Perempuan tak perlu cemas untuk melakukan skrining kanker payudara. Apabila ditemukan sejak awal ada kanker atau berisiko kanker, maka perawatan dan pengobatan dapat segera dilakukan.” tegas Budi beberapa waktu lalu.

Melawan Kanker Payudara dengan Tes Genetik BRCA

Salah satu cara yang mudah untuk memastikan kesehatan payudara adalah dengan melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) – pemeriksaan sederhana sendiri pada payudara setiap bulan. Praktik sederhana ini memungkinkan perempuan untuk mengetahui perubahan apa pun lebih awal.

Namun, jika sudah terdiagnosis dengan kanker payudara, pasien dapat berdiskusi dengan dokter untuk melakukan tes genetik BRCA untuk mengetahui pilihan pengobatan yang efektif bagi pasien. Tes genetik BRCA lebih mudah diakses dan terjangkau daripada sebelumnya karena sudah tersedia di beberapa laboratorium di Indonesi.

Bila hasil tes BRCA positif, kini tersedia pilihan pengobatan yang lebih efektif, yang dapat digunakan untuk melawan kanker tahap awal dan metastatik HER2-negatif dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2. Obat kanker khusus dengan sediaan oral ini, akan menghambat sel-sel kanker untuk memperbaiki kerusakan DNA sehingga akan mati dengan sendirinya dan mampu memperpanjang harapan hidup pasien (iD.BRCA, n.d.).

See also  Bersama BSSN, Podcast MTM Bahas UU PDP, Keamanan dan Ancaman Siber

Sekarang, perempuan memiliki pilihan untuk melawan kanker payudara lebih awal, maka ambillah langkah pertama – diskusikan mengenai test BRCA dengan dokter spesialis onkologi Anda untuk mendapatkan pilihan pengobatan yang lebih efektif.

News Feed merupakan platform distribusi siaran pers. Pemberitaan yang tayang di platform ini bersumber dari press release yang diterbitkan oleh perorangan, lembaga, dan biro periklanan.

Serangan jantung merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Menurut data WHO Global Health, setidaknya ada 18.6 juta kematian

[the_ad id="7743"]
Related Articles
News Feed - Press Release Distribution Platform

PRESS RELEASE
DISTRIBUTION PLATFORM

SUBMIT YOUR PRESS RELEASE
AND GO LIVE FOR FREE

SUBMIT YOUR PRESS RELEASE AND GO LIVE
FOR FREE

SAVE 10% ON
YOUR FIRST ORDER