Search
Close this search box.
October 06, 2026

MANN+HUMMEL Memperluas Jejak Bisnisnya dengan Mendirikan Unit Usaha Baru di Indonesia

MANN+HUMMEL Memperluas Jejak Bisnisnya dengan Mendirikan Unit Usaha Baru di Indonesia
Serdar Volkan Dogan Director, Automotive Aftermarket Rest of Asia. Foto: Dok. MANN+HUMMEL

Jakarta – MANN+HUMMEL, perusahaan teknologi filtrasi terkemuka secara global, melakukan perluasan bisnis dengan mendirikan unit usaha baru di Indonesia dengan nama “PT MANN AND HUMMEL Filtration Indonesia”.

Langkah ini menandai ekspansi perusahaan ke pasar penting di Asia serta optimalisasi jaringan penjualan dan logistik di wilayah tersebut.

Dengan Langkah ini, perusahaan tersebut semakin mengkokohkan layanan bisnisnya, yang sebelumnya telah menjangkau lebih dari 80 kantor di seluruh dunia, diantaranya: di Tiongkok, India, Korea, Singapura, Thailand, dan Australia.

“Dengan masuk ke pasar Indonesia, kami tidak hanya memperkuat jaringan penjualan dan logistik di segmen pasar aftermarket otomotif, tetapi juga meningkatkan daya saing dengan memperluas basis klien dan kanal distribusi kami. Kantor cabang kami di Indonesia akan berkontribusi tidak hanya pada kesuksesan MANN+HUMMEL di Asia, tetapi juga pada misi kami untuk memisahkan unsur yang berbahaya dari unsur yang berguna,” ungkap Serdar Volkan Dogan, Direktur Aftermarket Otomotif untuk Asia Tenggara, MANN+HUMMEL.

Penetrasi Pasar MANN+HUMMEL

Dogan mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia dengan cakupan yang mencakup wilayah utama seperti Bali, Kalimantan, Jawa, Papua, Sulawesi, dan Sumatera.

Sementara itu, ia menambahkan, gudang milik vendor logistik akan dibangun di daerah strategis yakni di dekat Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan logistik konsumen dengan efisiensi maksimal.

“Kami bertujuan untuk menyediakan solusi filtrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Dengan dukungan tim penjualan dan layanan pelanggan kami, kami berkomitmen untuk mempererat hubungan dengan klien kami dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen,” tambah Dogan.

Menurutnya, dengan populasi mencapai 275 juta jiwa, pasar filtrasi di Indonesia memiliki potensi yang signifikan, khususnya dalam segmen aftermarket otomotif di Asia Tenggara. Ini menjadi faktor penting dalam keputusan MANN+HUMMEL untuk merambah pasar ini.

See also  MPIX Akan Bagikan Deviden 20% Bagi Para Pemegang Saham di 2025

Sementara itu, Wakil Presiden Senior Aftermarket Otomotif, AMEA, MANN+HUMMEL, Simon Frick, menyoroti pentingnya kehadiran kantor cabang baru ini. Menurutnya, langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap wilayah ini.

“Kami percaya bahwa langkah ini akan memperkuat posisi kami di Indonesia dan membantu kami mencapai posisi pemimpin pasar di Asia,” katanya.

Dalam waktu dekat, MANN+HUMMEL akan memperluas portofolio bisnisnya di Indonesia, tidak hanya menawarkan solusi filtrasi untuk kendaraan dan aftermarket otomotif, tetapi juga solusi filtrasi untuk air bersih dan udara bersih. Pasar Indonesia menunjukkan potensi yang menarik karena negara ini menghadapi tantangan serius dalam hal pencemaran udara dan kualitas air, khususnya di sekitar Jakarta. Menurut WHO dan UNICEF, penyediaan air bersih dan kualitasnya menjadi masalah utama bagi Indonesia.

Tentang MANN+HUMMEL

MANN+HUMMEL adalah perusahaan teknologi filtrasi global yang memiliki dua unit bisnis, Transportasi dan Ilmu Hayati & Lingkungan Hidup. Berkantor pusat di Ludwigsburg, Jerman, perusahaan ini mengembangkan solusi filtrasi dan pemisahan pintar yang mempromosikan mobilitas, udara, air, dan industri yang lebih bersih. Dengan lebih dari 22.000 karyawan di lebih dari 80 lokasi, dan pendapatan mencapai EUR 4,8 miliar pada tahun 2022, MANN+HUMMEL berkomitmen untuk menciptakan dunia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

News Feed merupakan platform distribusi siaran pers. Pemberitaan yang tayang di platform ini bersumber dari press release yang diterbitkan oleh perorangan, lembaga, dan biro periklanan.

Serangan jantung merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Menurut data WHO Global Health, setidaknya ada 18.6 juta kematian

[the_ad id="7743"]
Related Articles
News Feed - Press Release Distribution Platform

PRESS RELEASE
DISTRIBUTION PLATFORM

SUBMIT YOUR PRESS RELEASE
AND GO LIVE FOR FREE

SUBMIT YOUR PRESS RELEASE AND GO LIVE
FOR FREE

SAVE 10% ON
YOUR FIRST ORDER