JAKARTA – Siapa sangka kecintaan terhadap video game menuntun Vikyo (34), pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat menjadi konten kreator sukses.
Vikyo rajin membagikan kegiatannya bermain game di akun TikToknya, ia memainkan game-game yang banyak digandrungi generasi masa kini.
“Awalnya saya dikenal sebagai konten kreator game. Hampir setiap hari saya membagikan live streaming game seperti game Free Fire, Mobile Legend, kalau sekarang lagi aktif main Nightcrows. Kenapa live, agar bisa berinteraksi dengan penikmat game lainnya,” kata Vikyo saat ditemui di Jakarta, Minggu (7/4/2024).
Berangkat dari live streamer game, Vikyo perlahan merangkak hingga berhasil menghasilkan cuan. Kesuksesan sebagai influencer TikTok itu ia yakini tidak didapat dengan mudah, jatuh bangun ia alami dan merangkumnya menjadi ilmu dan pengalaman.
“Dari kecil, saya hidup dalam keluarga sederhana di tepian Sungai Kapuas. Keluarga saya mengajarkan nilai-nilai kerja keras dan ketulusan. Benar-benar saya mulai dari nol, tanpa pengetahuan atau pengalaman apa pun dalam dunia hiburan dan bisnis,” ujar Vikyo.
Kegemarannya di bidang game ia geluti sedari kecil, tak heran ia kena semprot orangtua lantaran menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer.
“Gara-gara game, saya pernah berada di titik terendah. Saya masih ingat, dulu bahkan saya harus makan tidur di warnet selama dua bulan demi bertahan hidup,” sebutnya.
Namun bukannya patah semangat, Vikyo memanfaatkan jaringan internet dan komputer di warnet yang ia jaga untuk belajar membangun sebuah bisnis.
Dari pengalaman ini, Vikyo belajar banyak tentang kerja keras, ketekunan, dan pentingnya merawat komunitas. Ia menyadari bahwa dunia virtual tidak hanya tentang game, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan dengan orang lain.
“Itu mungkin perjalanan singkat saya sebagai live streamer di TikTok. Setiap live di TikTok saya coba buat suasana asyik dan menghibur. Puji tuhan ternyata respons yang nonton positif,” sebutnya.
Vikyo memiliki tekad untuk membentuk sebuah komunitas gaming dan streaming yang solid di Indonesia. Misi itu berangkat dari banyaknya gamers yang memiliki potensi yang tak kalah dengan gamers di luar negeri.
“Saya percaya bahwa dengan dukungan dan ruang yang tepat, generasi muda Indonesia bisa mengembangkan bakat mereka dalam dunia gaming dan streaming, sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,” harapnya.
Vikyo Bangun Bisnis Bareng Reza Arap
Tidak puas hanya berkontribusi dalam dunia virtual, Vikyo mengambil langkah berani dengan membuka usahanya sendiri. Ia membangun bisnis hiburan Super Seven Billiard di pontianak.
“Sebuah usaha yang lebih dari sekadar venue untuk bermain billiard. Melalui tempat ini, saya berharap untuk menciptakan ruang bagi para pemuda di Pontianak untuk berkumpul, saling berbagi pengetahuan, dan belajar satu sama lain,” jelasnya.
Lebih dari itu, ia bermimpi untuk melihat Super Seven Billiard menjadi lahan subur bagi atlet dan juara baru, membuktikan bahwa dengan fasilitas yang tepat dan dukungan komunitas, bakat dapat dikembangkan menjadi kejuaraan.
Bisnis barunya di Pontianak ini juga tak lepas dari Reza Arap. Vikyo dan Arap lebih dulu membangun venue biliar di Bekasi. Kesamaan hobi antara Vikyo dan Arap ini menjadi benih ide yang kemudian dieksekusi menjadi ladang cuan baru.
“Bisnis seperti ini sebenarnya juga saya pernah lakoni bareng Reza Arap. Namanya Ipool di Bekasi,” tuturnya.




